BISNIS.HOTNEWS.ID - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatatkan kinerja impresif pada penutupan perdagangan hari Selasa, 9 Juni 2026, berhasil bertahan di zona hijau. Penguatan signifikan ini terjadi sebagai respons pasar terhadap kebijakan moneter terbaru yang dikeluarkan oleh Bank Indonesia.
Kenaikan optimistis IHSG ini secara spesifik tersulut oleh euforia pasar menyusul keputusan Bank Indonesia yang menaikkan tingkat suku bunga acuannya, yang dikenal sebagai BI Rate, menjadi sebesar 5,5%. Keputusan ini memberikan sentimen positif yang kuat bagi pergerakan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Pada akhir sesi perdagangan kedua hari itu, IHSG ditutup pada posisi penutupan yang kuat di level 5.746,64. Angka penutupan ini menunjukkan lonjakan sebesar 7,57% dibandingkan dengan pencapaian pada penutupan hari sebelumnya.
Sepanjang hari perdagangan, IHSG menunjukkan tren kenaikan yang stabil dan nyaman berada di teritori positif. Pergerakan indeks saham bergerak dinamis, mencapai level terendah di 5.318,14 hingga menyentuh puncak tertinggi di 5.746,64.
Aktivitas perdagangan hari itu tercatat sangat likuid, dengan total frekuensi transaksi mencapai 2,71 juta kali jual beli saham di bursa. Hal ini mengindikasikan tingginya minat investor untuk melakukan transaksi.
Dilansir dari Bloomberg Technoz, secara agregat, total nilai transaksi perdagangan hari tersebut berhasil menyentuh angka fantastis yakni Rp28,01 triliun. Nilai transaksi tersebut berasal dari perdagangan sejumlah 45,11 miliar lembar saham yang berpindah tangan.
Dari sisi sektoral, mayoritas saham menunjukkan performa positif, di mana sebanyak 678 saham berhasil membukukan kenaikan harga. Sementara itu, hanya 89 saham yang mengalami pelemahan, dan sisanya, sebanyak 48 saham, tercatat stagnan atau tidak bergerak.
Selain menguatnya pasar saham, pergerakan pasar valuta asing juga memberikan kabar baik bagi perekonomian domestik. Nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat (AS) ditutup menguat tipis sebesar 0,65% di posisi Rp18.060 per dolar AS pada penutupan perdagangan hari itu.
Pergerakan IHSG yang begitu kuat ini merupakan cerminan respons positif investor terhadap penetapan BI Rate yang baru. "IHSG melesat di tren positif terjadi saat Bank Indonesia mengerek tingkat suku bunga acuan BI Rate menjadi 5,5%," tulis sumber berita tersebut.