BISNIS.HOTNEWS.ID - Firmus Technologies Pty Ltd., perusahaan infrastruktur kecerdasan buatan asal Australia, mengumumkan langkah besar dengan membangun proyek pusat data pertamanya di Indonesia. Langkah ini dilakukan melalui kemitraan strategis dengan raksasa chip Amerika Serikat, Nvidia Corp.
Kemitraan delapan tahun ini diproyeksikan akan menghasilkan kesepakatan pembelian yang sangat signifikan. Perusahaan infrastruktur AI tersebut memperkirakan potensi nilai transaksi mencapai hingga US$30 miliar selama enam tahun pertama kerja sama.
Proyek pembangunan pusat data ini akan dikembangkan oleh Firmus bersama dengan DayOne yang berbasis di Singapura. Lokasi yang dipilih adalah Batam, sebuah pulau strategis yang terletak di lepas pantai Singapura.
Fasilitas yang akan dibangun adalah kampus Nvidia DSX AI Factory. Kapasitas yang direncanakan untuk pabrik kecerdasan buatan ini adalah sebesar 360 megawatt.
Berbeda dengan proyek-proyek Firmus sebelumnya di Australia yang cenderung melayani pelanggan hyperscaler atau perusahaan komputasi awan terbesar, proyek di Batam ini akan memiliki fokus yang berbeda.
Co-Chief Executive Officer Firmus, Tim Rosenfield, menjelaskan perbedaan fokus pasar untuk fasilitas di Indonesia tersebut. "Meskipun proyek-proyeknya di Australia berfokus pada pelanggan hyperscaler — istilah yang digunakan untuk menggambarkan perusahaan komputasi awan terbesar — proyek Batan akan menjadi proyek multi-tenant untuk pelanggan yang berfokus pada AI," kata Tim Rosenfield kepada Bloomberg News dalam sebuah wawancara.
Fasilitas canggih ini saat ini sedang dalam tahap pembangunan yang dikelola oleh DayOne. Proses konstruksi ini diharapkan dapat selesai sesuai jadwal yang telah ditetapkan oleh kedua belah pihak.
Mengenai jadwal operasional, fasilitas pusat data AI di Batam tersebut direncanakan untuk mulai beroperasi pada kuartal pertama tahun 2027. Hal ini menandai tonggak penting dalam ekspansi infrastruktur AI di Asia Tenggara.
Dilansir dari Bloomberg, proyek ini merupakan bagian dari investasi besar dalam infrastruktur kecerdasan buatan di kawasan tersebut. Kemitraan ini memperkuat posisi Indonesia sebagai hub potensial untuk komputasi AI berskala besar.