BISNIS.HOTNEWS.ID - Pemerintah Indonesia mencatat capaian penting dalam upaya memperkuat kerja sama ekonomi bilateral dengan Britania Raya. Hal ini ditandai dengan resmi ditandatanganinya perjanjian usaha patungan antara dua entitas bisnis besar dari kedua negara.
Perjanjian yang ditandatangani adalah Joint Venture Agreement antara PT Wiraraja Indonesia yang berbasis di Indonesia dengan Polythene UK Ltd dari Inggris. Kesepakatan bisnis ini memiliki nilai investasi yang sangat signifikan bagi kedua belah pihak.
Nilai transaksi yang disepakati dalam kemitraan strategis ini diperkirakan mencapai 50 juta poundsterling. Angka tersebut setara dengan nominal sekitar Rp 1,17 triliun dalam mata uang Rupiah, menunjukkan keseriusan kedua perusahaan.
Fokus utama dari kerja sama ini adalah pengembangan sektor manufaktur berkelanjutan di Indonesia. Kemitraan ini mencakup tiga pilar utama yang akan menjadi landasan penguatan industri nasional ke depan.
Tiga pilar tersebut meliputi komitmen investasi langsung dari pihak Inggris dan transfer teknologi mutakhir ke Indonesia. Selain itu, pengembangan industri bernilai tambah tinggi juga menjadi prioritas utama dalam perjanjian ini.
Kesepakatan bersejarah ini merupakan puncak dari serangkaian upaya intensif yang telah dilakukan oleh PT Wiraraja Indonesia. Perusahaan tersebut telah melakukan kunjungan bisnis ke Britania Raya sejak tanggal 23 Juni 2026 lalu.
Selama kunjungan tersebut, delegasi Wiraraja Indonesia telah mengadakan pertemuan dengan berbagai pelaku industri manufaktur terkemuka di Inggris. Tujuan dari pertemuan tersebut adalah menjajaki peluang kolaborasi strategis yang saling menguntungkan bagi kedua negara.
Dilansir dari sumber resmi, "Kesepakatan ini memperkuat kerja sama ekonomi antara kedua negara di sektor manufaktur berkelanjutan, dengan fokus pada investasi, transfer teknologi, dan pengembangan industri bernilai tambah," ujar perwakilan perusahaan.
Proses penjajakan awal hingga tahap penandatanganan akhir berjalan lancar berkat dukungan aktif dari berbagai pihak. Dukungan tersebut datang dari Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) London dan Indonesia Investment Promotion Center (IIPC) London.