BISNIS.HOTNEWS.ID - Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) secara tegas membantah adanya keterlibatan organisasinya dalam berbagai aksi demonstrasi mahasiswa yang terjadi belakangan ini. Bantahan ini disampaikan menyusul adanya isu mengenai afiliasi antara partai dengan tokoh mahasiswa.

Hal ini juga menyangkut isu spesifik mengenai eks Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Gadjah Mada (BEM UGM), Tiyo Ardianto, yang sempat dikabarkan terafiliasi dengan partai yang dipimpin oleh Megawati Soekarnoputri tersebut. Bantahan ini bertujuan untuk meluruskan spekulasi publik mengenai keterlibatan struktural partai.

Ketua DPP PDIP, Said Abdullah, menjadi juru bicara partai dalam menyampaikan penegasan ini kepada awak media. Ia memastikan bahwa PDIP tidak terlibat dalam aksi demonstrasi mahasiswa, baik yang berlangsung pada periode Agustus 2025 maupun Juni 2026.

Penegasan ini disebut sejalan dengan instruksi langsung yang diberikan oleh Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri. Arahan tersebut menekankan bahwa keterlibatan dalam aksi demonstrasi bukanlah metode perjuangan partai.

Said Abdullah menyampaikan arahan dari pimpinan partai terkait isu ini. "Tegas yang disampaikan Ibu [Megawati], karena itu bukan cara-cara PDI Perjuangan," ujar Said kepada awak media pada hari Rabu, 17 Juni 2026.

Lebih lanjut, Said juga mengklarifikasi mengenai keberadaan kader partai yang terlihat dalam demonstrasi. Ia menekankan bahwa kehadiran individu kader tidak dapat diartikan sebagai mandat atau dukungan resmi dari partai.

"Termasuk ketika termonitor oleh berbagai pihak, keikutsertaan atau jalan-jalan yang terlihat seperti [kader PDIP] Andi Widjajanto, itu sama sekali tidak boleh ditafsirkan bahwa itu adalah PDI Perjuangan," jelas Said Abdullah.

Mengenai kemungkinan adanya hubungan kekeluargaan antara kader dan mahasiswa yang berdemonstrasi, Said menegaskan bahwa kedekatan personal tidak bisa dijadikan dasar tuduhan keterlibatan organisasi. "Kalau dia ada besanan, ada keluarga, tidak pada tempatnya kita mempermasalahkan kedekatan kekeluargaan," katanya.

"Akan tetapi kalau itu dikait-kaitkan, menurut hemat saya, sangat tidak make sense [masuk akal] sama sekali,” imbuh Said Abdullah, menanggapi upaya menghubungkan aksi mahasiswa dengan struktur partai.