BISNIS.HOTNEWS.ID - Danantara baru saja menyelesaikan penerbitan obligasi global perdananya dengan nilai fantastis mencapai US$1,5 miliar. Surat utang ini diterbitkan dalam dua seri tenor berbeda, yaitu untuk jangka waktu lima tahun dan sepuluh tahun.

Penerbitan instrumen utang internasional ini diklaim berhasil menarik minat signifikan dari kalangan investor global. Hal ini terefleksi jelas dari hasil akhir proses penawaran yang menunjukkan tingkat imbal hasil (yield) yang lebih rendah dari perkiraan awal manajemen.

Peristiwa ini menunjukkan adanya peningkatan optimisme dan kepercayaan pasar terhadap prospek ekonomi Indonesia saat ini. Permintaan yang tinggi selama periode book building menjadi kunci utama keberhasilan penawaran ini.

Chief Executive Officer (CEO) BPI Danantara, Rosan Roeslani, mengungkapkan bahwa ekspektasi awal lembaganya cukup konservatif mengenai tingkat imbal hasil yang harus ditawarkan. Mereka sempat memprediksi bahwa imbal hasil akan berada di atas angka 6%, bahkan berpotensi mendekati 7%.

"Lembaganya sempat memperkirakan tingkat imbal hasil obligasi akan berada di atas 6% malahan mendekati 7%," ujar Rosan Roeslani, menggarisbawahi betapa optimisnya pasar bereaksi terhadap penawaran ini.

Namun, berkat tingginya permintaan investor selama masa book building, Danantara berhasil menekan tingkat imbal hasil secara signifikan. Hasil final menunjukkan penawaran yang sangat kompetitif bagi investor dibandingkan estimasi sebelumnya.

Secara spesifik, obligasi dengan tenor lima tahun berhasil ditetapkan pada tingkat imbal hasil sebesar 5,35%. Sementara itu, obligasi dengan tenor yang lebih panjang, yaitu sepuluh tahun, memiliki imbal hasil sebesar 5,95%.

Rosan Roeslani menilai pencapaian penetapan imbal hasil yang lebih rendah ini sebagai sebuah indikasi positif mengenai sentimen pasar. Capaian ini menjadi cerminan kuat bahwa investor internasional memiliki tingkat kepercayaan yang tinggi terhadap fundamental Indonesia.

Dilansir dari Bloomberg Technoz, Jakarta, keberhasilan ini menegaskan bahwa instrumen keuangan yang ditawarkan oleh entitas Indonesia masih sangat diminati pasar modal internasional.