BISNIS.HOTNEWS.ID - Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan mengambil langkah proaktif dengan mengaktifkan kembali sejumlah besar wajib pajak yang sebelumnya tercatat sebagai nonaktif atau dormant. Inisiatif ini merupakan bagian penting dari upaya pemerintah untuk memperkuat basis penerimaan negara.
Langkah reaktivasi ini dilakukan secara masif dan terstruktur sebagai strategi utama dalam mengamankan proyeksi penerimaan pajak nasional. DJP optimis bahwa dengan bertambahnya wajib pajak aktif, potensi penerimaan negara akan meningkat secara signifikan.
Secara spesifik, kinerja reaktivasi ini disampaikan langsung oleh Direktur Jenderal Pajak, Bimo Wijayanto. Proses ini menunjukkan komitmen DJP untuk memastikan kepatuhan perpajakan berjalan optimal di seluruh lapisan.
Fokus utama dari kegiatan ini adalah menyasar wajib pajak yang statusnya sempat non-efektif, nonaktif, atau dormant. Data menunjukkan bahwa upaya ini telah membuahkan hasil konkret dalam kurun waktu tertentu.
"Reaktivasi wajib pajak non-effective, nonaktif atau dormant sampai 12 Juni 2026 itu ada 24.672 wajib pajak," kata Bimo Wijayanto saat memberikan keterangan dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi XI DPR RI.
Pernyataan tersebut disampaikan oleh Direktur Jenderal Pajak Bimo Wijayanto dalam forum resmi bersama wakil rakyat. Rapat Dengar Pendapat ini dilaksanakan pada hari Senin, 15 Juni 2026, sebagai bentuk akuntabilitas publik DJP.
Adapun lokasi penyampaian informasi resmi ini adalah di gedung Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI), Jakarta. Hal ini menegaskan bahwa proses pengaktifan kembali wajib pajak adalah kebijakan strategis nasional.
Reaktivasi puluhan ribu wajib pajak ini secara langsung berdampak pada upaya perluasan basis pajak yang menjadi salah satu prioritas utama kementerian keuangan. Hal ini memastikan lebih banyak entitas berkontribusi pada kas negara.
Dikutip dari berbagai sumber, langkah ini diharapkan mampu memberikan kontribusi substansial bagi penerimaan negara, mengingat jumlah wajib pajak yang berhasil diaktifkan kembali sangat besar.