BISNIS.HOTNEWS.ID - Aparat penegak hukum di Indonesia kini sedang serius menangani perkembangan kasus penipuan digital dengan modus baru yang cukup menarik perhatian publik. Modus kejahatan finansial ini memanfaatkan iming-iming pekerjaan paruh waktu berupa menonton serial drama dari China.

Satuan Tugas Pemberantasan Aktivitas Keuangan Ilegal (Satgas PASTI) secara resmi telah mengonfirmasi bahwa kasus penipuan ini telah memasuki tahapan penyelidikan lebih lanjut oleh pihak kepolisian. Pengungkapan ini menunjukkan adanya peningkatan kompleksitas taktik yang digunakan oleh para pelaku kejahatan finansial di ranah digital.

Kasus ini mulai menjadi sorotan utama setelah Satgas PASTI mengambil tindakan tegas terhadap lima entitas yang diduga kuat terlibat dalam praktik penipuan dan investasi ilegal. Tindakan penghentian kegiatan tersebut dilaksanakan pada bulan Mei 2026 lalu.

Kelima entitas yang kegiatan operasionalnya dihentikan oleh Satgas PASTI tersebut memiliki nama yang berbeda-beda. Entitas-entitas yang dimaksud meliputi CANTVR, YUDIA, Appeninc, VID, dan Sensenowai, yang semuanya diduga menyalahgunakan skema investasi.

Dilansir dari TREN.BISNISMARKET.COM, Satgas PASTI membeberkan bahwa penanganan kasus ini merupakan respons terhadap semakin beragamnya cara yang digunakan oleh pelaku kejahatan finansial untuk menjerat korban. Perkembangan ini memerlukan perhatian serius dari semua pihak.

"Satuan Tugas Pemberantasan Aktivitas Keuangan Ilegal (Satgas PASTI) mengonfirmasi bahwa kasus penipuan keuangan dengan modus pekerjaan paruh waktu menonton drama China telah memasuki tahap penyelidikan oleh kepolisian," bunyi keterangan resmi mengenai perkembangan kasus tersebut.

Keterangan tersebut juga menekankan bahwa "Pengungkapan ini menjadi sorotan mengingat semakin beragamnya taktik yang digunakan pelaku kejahatan finansial," sebagaimana disampaikan oleh Satgas PASTI. Hal ini menunjukkan adaptasi cepat para penipu terhadap tren digital.

Lebih lanjut, kronologi kasus ini terungkap bermula dari investigasi mendalam yang berujung pada penghentian aktivitas lima entitas mencurigakan tersebut. Penghentian ini dilakukan sebagai langkah preventif demi melindungi masyarakat dari kerugian lebih lanjut.

Pihak kepolisian kini mendalami lebih lanjut bagaimana skema penipuan berbasis menonton drama China ini beroperasi dan menjaring calon korban. Fokus penyelidikan adalah memetakan jaringan dan menemukan pihak-pihak yang bertanggung jawab atas kerugian yang ditimbulkan.