BISNIS.HOTNEWS.ID - Perkembangan signifikan terjadi di pasar komoditas global menyusul pernyataan optimistis dari Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengenai potensi pembukaan kembali jalur pelayaran Selat Hormuz pada hari Jumat.

Situasi ini membuka harapan meredakan ketegangan energi dan potensi inflasi yang sebelumnya mengguncang stabilitas pasar dunia dalam beberapa waktu terakhir.

Harga emas tercatat bertahan kuat, berada di kisaran US$4.310 per troy ons pada penutupan perdagangan. Kenaikan ini melanjutkan tren positif sebesar 2,2% dari sesi sebelumnya.

Kenaikan sebelumnya didorong oleh pengumuman adanya kesepakatan sementara antara Amerika Serikat dan Iran untuk mengakhiri konflik serta mencabut blokade maritim di area perairan strategis tersebut.

Namun, meskipun ada optimisme dari Washington, beberapa negara sekutu Amerika Serikat menunjukkan sikap yang lebih berhati-hati terhadap kecepatan proses normalisasi aliran energi dan komoditas lainnya melalui jalur air tersebut.

Di sisi lain pasar minyak mentah, harga komoditas ini terpantau mempertahankan kerugian yang telah dicatat sebelumnya. West Texas Intermediate (WTI) diperdagangkan mendekati level US$81 per barel setelah mengalami penurunan signifikan hampir 5% pada hari Senin.

Sementara itu, patokan minyak mentah internasional, Brent, juga ditutup dengan pergerakan harga yang cenderung turun, mendekati angka US$83 per barel.

Dilansir dari Bloomberg News, pernyataan mengenai pembukaan Hormuz disampaikan oleh Presiden Donald Trump, yang memberikan sentimen baru terhadap dinamika geopolitik dan ekonomi global saat ini.

Dikutip dari Kanupriya Kapoor-Bloomberg News, harga emas tetap menguat setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan bahwa Selat Hormuz dapat dibuka kembali pada hari Jumat, yang membuka kesempatan meredakan guncangan energi dan inflasi yang telah mengguncang pasar global.