BISNIS.HOTNEWS.ID - Abu Dhabi National Oil Co (ADNOC), perusahaan minyak raksasa dari Uni Emirat Arab (UEA), dikabarkan telah mengajukan proposal mengenai metodologi baru dalam penetapan harga untuk pasokan minyak mentah yang dijual kepada pelanggan kontrak jangka panjang mereka. Proposal ini bertujuan agar formula harga lebih sejalan dengan norma perdagangan yang berlaku di kawasan regional yang lebih luas.

Perubahan signifikan ini sedang dalam tahap diskusi mendalam antara tim pemasaran minyak mentah ADNOC dengan para penyuling serta pedagang minyak global. Pembicaraan ini merupakan bagian dari upaya perusahaan untuk memodernisasi sistem penetapan harga yang sudah ada.

Sumber yang memiliki pengetahuan langsung mengenai masalah ini mengungkapkan bahwa tim ADNOC baru-baru ini melakukan kunjungan ke Singapura untuk mempresentasikan usulan perubahan tersebut secara terperinci kepada para pemangku kepentingan. Kunjungan ini menegaskan keseriusan perusahaan dalam mengimplementasikan formula harga yang baru.

Setelah dari Singapura, tim pemasaran minyak mentah ADNOC melanjutkan perjalanan mereka ke Jepang untuk mengadakan serangkaian diskusi serupa mengenai penyesuaian formula penetapan harga tersebut. Semua pembicaraan ini dilakukan secara tertutup, sehingga sumber meminta agar identitas mereka tidak diungkapkan.

Berdasarkan rancangan yang diajukan, harga jual resmi bulanan untuk tiga jenis minyak mentah utama dari Teluk Persia—yakni Upper Zakum, Das, dan Umm Lulu—akan ditentukan dengan menggunakan selisih terhadap patokan harga Dubai. Patokan ini akan berlaku untuk kargo minyak mentah yang dimuat dua bulan ke depan.

Saat ini, formula yang digunakan ADNOC untuk menentukan harga jual resmi ketiga jenis minyak tersebut adalah dengan mengambil selisih terhadap harga berjangka Murban. Harga berjangka Murban sendiri secara spesifik ditentukan melalui platform perdagangan yang beroperasi di ICE Futures Abu Dhabi.

Namun, perlu dicatat bahwa tidak ada usulan perubahan apa pun yang diajukan untuk formulasi OSP (On-Specific Price) yang diterapkan pada minyak mentah Murban. Murban dianggap sebagai jenis minyak mentah unggulan (flagship) Abu Dhabi, sehingga formulanya dipertahankan seperti semula.

"Perusahaan minyak terbesar di UEA mengusulkan metodologi penetapan harga baru untuk penjualan pasokan minyak mentah kepada pelanggan kontrak jangka panjang, kata sumber yang mengetahui langsung hal ini, dengan memilih pendekatan yang lebih selaras dengan norma perdagangan regional yang lebih luas," ujar salah satu narasumber.

"Tim pemasaran minyak mentah Abu Dhabi National Oil Co (ADNOC) telah berdiskusi dengan penyuling dan pedagang mengenai perubahan tersebut dan baru-baru ini melakukan perjalanan ke Singapura untuk menjelaskan usulan tersebut," tambah narasumber tersebut, yang meminta tidak disebutkan namanya karena pembicaraan tersebut bersifat rahasia.