BISNIS.HOTNEWS.ID - Pergerakan harga minyak mentah global menunjukkan tren penurunan selama tiga hari berturut-turut belakangan ini. Penurunan ini terjadi seiring dengan meningkatnya volume arus pengiriman komoditas energi melalui jalur laut vital Selat Hormuz.
Tekanan jual juga dipicu oleh munculnya sinyal positif mengenai kemajuan dalam pembicaraan tidak langsung yang melibatkan Amerika Serikat dan Iran. Perkembangan diplomatik ini memberikan sentimen bahwa ketegangan geopolitik mereda, yang berdampak langsung pada pasar energi.
Indeks acuan West Texas Intermediate (WTI) tercatat diperdagangkan mendekati level US$68 per barel. Angka tersebut merupakan kelanjutan dari penurunan signifikan sebesar 3% yang telah dialami WTI dalam dua sesi perdagangan sebelumnya.
Sementara itu, untuk patokan internasional, Indeks Brent juga mengalami pelemahan signifikan. Indeks Brent dilaporkan telah ditutup di bawah ambang batas psikologis US$72 per barel pada penutupan perdagangan hari Rabu lalu.
Salah satu faktor kunci yang menopang penurunan harga adalah peningkatan aktivitas pengiriman di Selat Hormuz. Dikutip dari Bloomberg, "Pasokan minyak melalui jalur laut strategis tersebut telah mencapai lebih dari 10 juta barel per hari," ujar seorang pejabat AS.
Peningkatan volume lalu lintas ini memberikan indikasi penting mengenai situasi keamanan maritim di kawasan tersebut. Menurut pejabat tersebut, peningkatan ini menunjukkan bahwa "kemampuan Teheran untuk menghentikan pengiriman melalui Selat Hormuz kini terbatas."
Di sisi politik, Presiden Amerika Serikat Donald Trump memberikan respons positif mengenai jalannya dialog yang sedang berlangsung dengan pihak Iran. Hal ini memperkuat harapan pasar akan adanya stabilitas regional yang lebih baik di masa depan.
Kabar mengenai jadwal pertemuan selanjutnya juga telah disampaikan oleh Qatar. Menurut informasi yang beredar, pertemuan antara perwakilan AS dan Iran dijadwalkan akan diselenggarakan sesegera mungkin.
Penundaan sementara pertemuan tersebut dikaitkan dengan agenda domestik Iran. Pertemuan tersebut baru akan dijadwalkan setelah prosesi upacara pemakaman mantan Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, selesai dilaksanakan.