BISNIS.HOTNEWS.ID - Bank Sentral Eropa (ECB) menyatakan keyakinannya bahwa keputusan untuk menaikkan suku bunga acuan pada bulan sebelumnya merupakan langkah kebijakan moneter yang paling sesuai dengan kondisi ekonomi saat itu. Pernyataan ini disampaikan langsung oleh Presiden ECB, Christine Lagarde, dalam sebuah wawancara eksklusif.

Langkah penyesuaian suku bunga ini dilakukan oleh ECB sebagai respons terhadap dinamika ekonomi global yang berubah dengan cepat, khususnya pasca eskalasi konflik geopolitik dan dampaknya terhadap stabilitas harga. Keputusan tersebut diambil untuk mengendalikan potensi inflasi yang meluas di kawasan Euro.

Presiden Lagarde mengungkapkan bahwa mayoritas Dewan Gubernur ECB telah memiliki kesiapan untuk mengambil tindakan sejak bulan April. Namun, mereka memilih untuk menunggu karena belum mengantongi seluruh data dan informasi krusial yang diperlukan untuk membuat keputusan definitif.

"Kami yakin kami membuat keputusan yang tepat," kata Presiden Christine Lagarde kepada Les Echos, surat kabar harian terkemuka di Prancis.

Lebih lanjut, Lagarde menjelaskan mengenai periode pengambilan keputusan krusial tersebut. "Sejak April, sebagian besar Dewan Gubernur siap untuk membuat keputusan tetapi kami tidak memiliki semua informasi yang diperlukan," ungkapnya.

Keputusan kenaikan suku bunga oleh ECB tersebut menempatkannya sebagai bank sentral pertama di antara negara-negara Kelompok Tujuh (G7) yang mengambil langkah pengetatan moneter pasca pecahnya ketegangan perang di Timur Tengah. Tindakan ini dianggap perlu untuk mencegah inflasi menjadi tidak terkendali.

Bank sentral beralasan bahwa guncangan yang timbul akibat konflik tersebut telah mulai menyebar secara signifikan ke seluruh sektor perekonomian zona euro. Oleh karena itu, intervensi melalui suku bunga dianggap sebagai mekanisme pertahanan utama saat itu.

Menariknya, perkembangan terbaru menunjukkan adanya pergeseran signifikan dalam fundamental ekonomi yang memicu kenaikan tersebut. Kesepakatan damai antara Amerika Serikat dan Iran berhasil menurunkan harga minyak mentah secara drastis, yang merupakan salah satu pendorong utama inflasi.

Perlambatan tekanan harga ini juga tercermin dalam data terbaru zona euro yang dirilis pada hari Rabu. Angka tersebut menunjukkan bahwa laju pertumbuhan harga melambat lebih cepat dari yang telah diperkirakan oleh berbagai analis pasar.