BISNIS.HOTNEWS.ID - Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) tengah mempersiapkan langkah konkret untuk pembangunan perumahan baru di wilayah Bandung. Menteri PKP, Maruarar Sirait, menyatakan akan segera bertolak ke Bandung untuk meninjau lokasi spesifik di sekitar Stasiun Kereta Api Kiaracondong.

Rencana pembangunan ini mencakup realisasi sebanyak 1.000 unit rumah tinggal yang akan didanai melalui skema kolaborasi inovatif. Pendanaan tersebut bersumber dari program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (CSR) yang disalurkan oleh PT Astra Internasional Tbk.

Lahan yang akan digunakan untuk proyek perumahan ini merupakan aset milik PT Kereta Api Indonesia (KAI). Kepastian ini menegaskan bahwa pembangunan akan memanfaatkan ruang milik BUMN tersebut di area strategis Kiaracondong.

Ara, sapaan akrab Menteri PKP, mengonfirmasi jadwal kunjungannya untuk meninjau langsung lokasi tersebut. "Besok hari Kamis [18/6/2026], saya akan ke Bandung untuk melihat tanah PT Kereta Api," ujar Ara kepada awak media di Gedung Parlemen Jakarta pada Rabu (17/6/2026).

Lebih lanjut, Ara menjelaskan mengenai struktur pendanaan dan pengelola lahan dalam proyek ini. "Yang kita juga akan bangun dengan skema tanah negara-negara, kereta api dan yang membangun CSR dari Astra. Jadi 1.000 (unit) di Bandung," ujar Ara.

Menteri PKP juga mengungkapkan bahwa proyek di Kiaracondong ini merupakan bagian dari komitmen yang lebih besar dari Astra. Total keseluruhan rumah yang akan dibangun oleh Astra mencapai 2.000 unit, dengan 1.000 unit lainnya telah direncanakan di lokasi lain.

"Ara mengatakan, lahan tersebut dimiliki oleh PT Kereta Api Indonesia (Persero). Dengan demikian, Astra akan membangun total 2.000 rumah," demikian pernyataan yang disampaikan.

Seribu unit rumah lainnya yang menjadi bagian dari program Astra ini dijadwalkan akan didirikan di kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat. Keputusan mengenai skema pembangunan di Jakarta tersebut sudah lebih jelas dibandingkan di Bandung.

Meskipun demikian, Ara mengakui bahwa detail mengenai jenis hunian yang akan dibangun di Kiaracondong belum dirinci secara spesifik. Berbeda dengan proyek di Tanah Abang, di mana hunian dipastikan akan dibangun dalam bentuk vertikal atau rumah susun (rusun).