BISNIS.HOTNEWS.ID - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan sebuah perkembangan signifikan terkait pendanaan proyek-proyek strategis di Indonesia. Ia mengindikasikan bahwa dana yang terkumpul dan dikelola melalui Pusat Finansial Internasional Indonesia (PFII) dapat dimanfaatkan sebagai sumber pembiayaan alternatif.

Proyek nasional yang disebut berpotensi mendapatkan suntikan dana dari mekanisme ini adalah proyek Danantara, sebuah inisiatif yang dianggap penting bagi pembangunan infrastruktur atau sektor strategis lainnya. Hal ini menunjukkan upaya pemerintah dalam mencari sumber pendanaan non-APBN yang lebih fleksibel.

Dana yang berhasil dihimpun di PFII nantinya akan dikelola secara profesional oleh para pelaku pasar keuangan. Pengelolaan ini bertujuan untuk mengarahkan investasi pada proyek-proyek yang memiliki prospek keuntungan bisnis yang kuat.

Purbaya menegaskan bahwa investasi yang dilakukan melalui PFII tidak didasarkan pada penugasan langsung dari pemerintah. Keputusan investasi akan bergantung pada analisis kelayakan bisnis yang dilakukan oleh pengelola pusat finansial tersebut.

"Ini uang-uang itu masuk ke situ, ke pusat finansial di situ (PFII). Nanti kan itu pasti harus diputar juga," ujar Purbaya Yudhi Sadewa saat ditemui di Kompleks Parlemen pada hari Kamis, 2 Juli 2026.

Lebih lanjut, Menteri Keuangan mengharapkan bahwa dana investasi yang berputar di dalam PFII akan diarahkan untuk masuk ke proyek-proyek menarik yang berada di dalam negeri. Ini memperkuat fokus pada pembangunan domestik melalui mekanisme pasar.

"Nanti pusat finansial itu yang menentukan mau investasi di mana. Kita harapkan mereka bisa masuk ke proyek-proyek dalam negeri yang menarik," kata Purbaya.

Meskipun Purbaya tidak memberikan rincian spesifik mengenai proyek mana saja yang akan menjadi prioritas, ia menekankan bahwa orientasi utama dari setiap investasi yang disalurkan adalah profitabilitas bisnis. Hal ini berlaku baik untuk proyek milik pemerintah maupun proyek yang dikelola oleh entitas seperti Danantara.

"Kalau investasi swasta kan profit-oriented. Pasti minta return-kan," terangnya.