BISNIS.HOTNEWS.ID - Pakar dari Kelompok Kajian Ketahanan Energi untuk Pembangunan Berkelanjutan (K3EPB) Universitas Indonesia (UI) menyuarakan pentingnya peningkatan kualitas sistem penyimpanan dan distribusi bahan bakar nabati jenis B50. Mereka mengusulkan adopsi teknologi selimut nitrogen (nitrogen blanket) sebagai solusi utama untuk menjaga integritas bahan bakar tersebut.

Teknologi nitrogen blanketing ini berfungsi untuk mengisi ruang kosong yang ada di dalam tangki penyimpanan menggunakan gas nitrogen. Proses ini bertujuan menciptakan lapisan pelindung atau 'selimut' di atas cairan bahan bakar yang tersimpan.

Lapisan pelindung nitrogen ini memiliki fungsi krusial, yaitu mencegah paparan oksigen dan kelembapan yang dapat merusak kualitas biodiesel yang sedang disimpan. Hal ini sejalan dengan upaya pemerintah dalam memastikan keberlanjutan program energi terbarukan nasional.

Lebih lanjut, teknologi yang diusulkan ini diklaim mampu menjaga kesegaran produk biofuel dalam jangka waktu yang lebih lama. Selain itu, penggunaan nitrogen blanket juga berfungsi sebagai langkah mitigasi untuk mencegah risiko kebakaran yang sangat berbahaya di area penyimpanan.

Kebutuhan mendesak akan teknologi ini di Indonesia diungkapkan oleh Ketua K3EPB UI, Ali Ahmudi Achyak. Ia menyoroti tantangan geografis yang dihadapi sektor energi di dalam negeri.

"Ketua K3EPB UI Ali Ahmudi Achyak menjelaskan teknologi semacam itu diperlukan di Tanah Air lantaran masih terdapat pabrik biodiesel yang berlokasi cukup jauh dari titik serah atau fasilitas pencampuran bahan bakar nabati (BBN)," ujar Ali Ahmudi Achyak.

Karakteristik kimiawi dari fatty acid methyl ester (FAME) yang menjadi komponen utama biodiesel menjadi perhatian utama dalam diskusi ini. FAME dikenal memiliki sifat yang higroskopis, yang berarti sangat mudah menyerap uap air dari lingkungan sekitar.

Masalah penyerapan air ini akan semakin diperparah jika biodiesel tersebut disimpan dalam periode waktu yang terlalu lama atau dibiarkan terpapar langsung pada kondisi terbuka. Hal ini dapat menurunkan kualitas spesifikasi bahan bakar.

Dikutip dari Bloomberg Technoz, para akademisi UI menyarankan bahwa implementasi nitrogen blanket adalah langkah strategis untuk mengatasi masalah degradasi kualitas yang disebabkan oleh faktor penyimpanan jarak jauh antar fasilitas.