BISNIS.HOTNEWS.ID - Amerika Serikat (AS) dilaporkan kembali melancarkan serangkaian serangan baru terhadap berbagai target yang berada di wilayah Iran pada hari Sabtu, 27 Juni 2026. Tindakan ini terjadi setelah serangkaian serangan balasan yang terjadi sepanjang akhir pekan yang sempat memicu klaim pelanggaran gencatan senjata di antara kedua belah pihak.
Serangan pertama yang dilakukan oleh pihak Amerika Serikat terjadi pada hari Jumat lalu. Tindakan militer tersebut diklaim sebagai respons langsung atas serangan yang sebelumnya dilancarkan oleh Teheran terhadap sebuah kapal kontainer pada hari Kamis.
Menyusul serangan AS tersebut, Iran membalas dengan menghantam kapal lain yang dilaporkan membawa muatan minyak Qatar pada hari Sabtu. Eskalasi ini menunjukkan ketegangan yang masih tinggi meski ada upaya diplomatik untuk mencapai kesepakatan damai.
Komando Pusat militer AS mengeluarkan pernyataan resmi mengenai tindakan militer terbaru mereka. Mereka menegaskan bahwa Iran telah diberi kesempatan untuk menghormati perjanjian gencatan senjata yang telah disepakati sebelumnya.
"Iran diberi kesempatan untuk menghormati perjanjian gencatan senjata tetapi memilih untuk tidak melakukannya," demikian pernyataan Komando Pusat militer AS yang dipublikasikan melalui platform X. Pernyataan ini menjadi justifikasi utama di balik serangan lanjutan tersebut.
Dalam serangan lanjutan tersebut, AS dilaporkan menargetkan infrastruktur pengawasan milik militer Iran. Selain itu, sasaran lain termasuk sistem komunikasi dan situs pertahanan udara di wilayah tersebut.
Fasilitas penyimpanan drone dan kemampuan penyebar ranjau juga menjadi bagian dari infrastruktur yang dikenai serangan oleh AS. Serangan ini memperlihatkan fokus AS pada kemampuan militer spesifik milik Iran.
Pertempuran yang berlangsung secara bolak-balik ini kini memasuki hari ketiganya. Situasi ini berisiko signifikan memperlambat upaya pemulihan lalu lintas pelayaran di Selat Hormuz ke kondisi normal seperti sebelum konflik memanas.
Dilansir dari Bloomberg News, pembicaraan mengenai detail nota kesepahaman yang bertujuan untuk mengakhiri perang tersebut dijadwalkan akan dilanjutkan pada hari Senin mendatang. Kelanjutan negosiasi ini menjadi sorotan utama di tengah memanasnya situasi di lapangan.