BISNIS.HOTNEWS.ID - Ukraina kembali meningkatkan intensitas serangan drone yang diklaim menargetkan infrastruktur energi di wilayah Federasi Rusia dalam beberapa waktu terakhir. Aksi ini merupakan bagian dari strategi yang disebut Kyiv sebagai upaya memberikan tekanan ekonomi melalui "sanksi jarak jauh" terhadap Moskwa.

Secara spesifik, serangan terbaru ini dilaporkan menyasar kilang minyak Slavyansk-na-Kubani yang berada di wilayah Krasnodar. Selain itu, serangan juga diklaim mengenai fasilitas kilang di wilayah Yaroslavl pada malam hari.

Hal ini dikonfirmasi langsung oleh Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy, melalui unggahan di platform X (sebelumnya Twitter). Presiden Zelenskyy secara tegas menyebutkan bahwa serangan tersebut adalah bagian dari kampanye berkelanjutan Kyiv melawan Rusia.

Gubernur Wilayah Krasnodar, Veniamin Kondratiev, turut membenarkan adanya serangan drone yang menghantam kilang minyak Slavyansk. Menurut pengakuannya, insiden tersebut menimbulkan kebakaran di lokasi fasilitas energi tersebut.

Lebih lanjut, Gubernur Kondratiev menjelaskan bahwa dampak dari serangan drone tidak hanya menimbulkan kebakaran, tetapi juga merusak saluran transmisi listrik dan jaringan pipa gas di area kilang.

Kilang Slavyansk, yang dikelola oleh perusahaan Slavyansk ECO, memiliki peran penting dalam pasokan energi. Fasilitas ini diketahui memiliki kapasitas produksi sekitar 100.000 barel per hari dan merupakan pemasok bahan bakar utama bagi Krimea yang saat ini diduduki oleh Rusia.

Dilansir dari Bloomberg, fasilitas energi ini bukan kali pertama menjadi sasaran serangan sejak konflik dimulai; serangan sebelumnya pada 26 Januari dilaporkan menyebabkan kerusakan pada unit pengolahan minyak mentah utama di lokasi tersebut.

Di sisi lain, Gubernur Yaroslavl, Mikhail Yevrayev, juga memberikan konfirmasi mengenai serangan drone yang terjadi di wilayah yang ia pimpin. Meskipun demikian, pejabat Rusia di wilayah tersebut tidak melaporkan adanya kerusakan signifikan pada fasilitas kilang setempat.

Kilang Slavneft-Yanos di Yaroslavl merupakan salah satu kilang terbesar di Rusia, menempati urutan kelima dalam kapasitas nasional. Fasilitas ini mampu memproses sekitar 15 juta ton minyak mentah per tahun, setara dengan kurang lebih 300.000 barel per hari.