BISNIS.HOTNEWS.ID - Kondisi fiskal negara menjadi sorotan utama para ekonom menyusul rencana pemerintah terkait program Makan Bergizi Gratis (MBG). Wacana pemotongan anggaran sebesar Rp40 triliun dinilai belum mampu memberikan dampak signifikan terhadap perbaikan kesehatan keuangan negara.

Para ahli fiskal menyarankan agar pemerintah lebih berani melakukan penyesuaian anggaran pada program prioritas tersebut. Idealnya, efisiensi anggaran MBG untuk tahun 2026 dapat mencapai angka fantastis yakni sekitar Rp150 triliun.

Peneliti Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (FITRA), Badiul Hadi, mengungkapkan temuannya mengenai potensi ruang efisiensi tersebut. Angka Rp150 triliun itu setara dengan sekitar 40 persen dari pagu awal anggaran MBG yang ditetapkan.

"Saya memperkirakan ruang efisiensi MBG dapat mencapai sekitar Rp150 triliun atau sekitar 40% dari pagu awal [Rp355 triliun]," kata Peneliti Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (FITRA) Badiul Hadi ketika dihubungi, Minggu (28/6/2026).

Simulasi perhitungan efisiensi ini didasarkan pada empat pilar utama yang perlu ditinjau ulang secara mendalam. Langkah pertama adalah penajaman sasaran penerima manfaat program agar lebih terfokus pada kelompok masyarakat yang benar-benar rentan.

Penajaman sasaran penerima manfaat ini diperkirakan dapat menghemat anggaran dalam kisaran Rp75 triliun hingga Rp85 triliun. Ini menunjukkan pentingnya ketepatan sasaran dalam program bantuan sosial berskala besar.

Selanjutnya, Badiul Hadi menyoroti perlunya penghapusan berbagai pos belanja pendukung yang tidak terkait langsung dengan pemenuhan kebutuhan gizi. Komponen ini mencakup pengadaan aset dan peralatan yang nilainya bisa mencapai Rp25 triliun hingga Rp30 triliun.

Efisiensi juga dapat diterapkan pada sektor logistik dan distribusi barang, yang diperkirakan mampu menghasilkan penghematan tambahan sebesar Rp25 triliun sampai Rp30 triliun. Ini menunjukkan adanya potensi pemborosan dalam rantai pasok program.

Aspek terakhir yang perlu dirasionalisasi adalah biaya administrasi dan kelembagaan dalam pengelolaan MBG. Menurut perhitungan FITRA, pemangkasan pada sektor ini dapat menyumbang efisiensi antara Rp15 triliun hingga Rp20 triliun.