BISNIS.HOTNEWS.ID - Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi, akhirnya memberikan tanggapan resmi terkait nama Raffi Ahmad yang terseret dalam persidangan kasus tindak pidana korupsi di Direktorat Jenderal Bea Cukai Kementerian Keuangan. Hal ini terjadi setelah nama Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni tersebut disebut dalam ruang sidang.
Nama Raffi Ahmad terindikasi muncul dalam konteks persidangan yang tengah mengusut dugaan korupsi terkait proses importasi barang di lembaga pabean tersebut. KPK sendiri telah mengonfirmasi bahwa penyebutan nama tersebut memang terjadi dalam rangkaian persidangan.
Dilansir dari Bloomberg Technoz, Mensesneg Prasetyo Hadi menyatakan bahwa dirinya belum mendapatkan informasi secara langsung mengenai hal tersebut saat ditanya oleh awak media. Meskipun demikian, fokus pemerintah saat ini adalah menjaga stabilitas perekonomian nasional.
Prasetyo Hadi menyampaikan bahwa pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan di sektor pasar sedang memusatkan konsentrasi penuh. Tujuannya adalah untuk memastikan bahwa kondisi ekonomi Indonesia tetap berada dalam jalur yang sehat dan baik.
Mensesneg kemudian menekankan perlunya sinergi antar semua pihak dalam menghadapi tantangan ekonomi yang kompleks. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersatu padu dalam upaya penguatan fundamental ekonomi bangsa.
"Marilah kita saling bekerja sama karena apa pun masalah ekonomi ini banyak faktor yang memengaruhi. Sehingga mari kita saling bergandengan tangan, saling merapatkan barisan, saling bekerja sama satu sama lain untuk eh memperkuat ekonomi kita," ujar Prasetyo kepada awak media pada Selasa (09/06/2026).
Secara spesifik, nama Raffi Ahmad muncul dalam catatan percakapan melalui layanan pesan singkat WhatsApp yang menjadi salah satu barang bukti dalam persidangan. Percakapan tersebut mengindikasikan adanya aktivitas terkait pengiriman barang elektronik.
Disebutkan bahwa Raffi Ahmad sempat dikabarkan mengunjungi Kantor Blueray Cargo di Amerika Serikat. Kunjungan tersebut dikaitkan dengan titipan atau pengiriman barang elektronik seperti laptop dan ponsel bermerek iPhone untuk dikirimkan ke Indonesia.
Kantor Blueray Cargo tersebut diketahui memiliki keterkaitan dengan salah satu petinggi yang saat ini terjerat dalam kasus korupsi impor yang sedang disidangkan tersebut. Fakta ini menjadi titik munculnya nama figur publik tersebut di tengah proses hukum.