BISNIS.HOTNEWS.ID - Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pandangannya mengenai posisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) di masa mendatang. Ia menilai bahwa partai tersebut pada akhirnya akan berada di jalur yang sama dengan pemerintah dalam semangat membela negara dan bangsa Indonesia.

Pernyataan ini disampaikan oleh Presiden Prabowo saat memberikan sambutan pada agenda Puncak Hari Lahir Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ke-28 yang diselenggarakan kemarin. Kehadiran perwakilan PDIP dalam acara tersebut diwakili oleh Ketua DPP PDIP Bidang Ideologi dan Kaderisasi, Djarot Saiful Hidayat.

Perlu dicatat bahwa PDIP termasuk di antara dua partai yang tidak dihadiri oleh ketua umumnya dalam acara tersebut. Selain Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri, Ketua Umum Partai NasDem, Surya Paloh, juga tidak hadir dalam peringatan hari lahir PKB.

Presiden Prabowo mengungkapkan rasa keyakinannya terhadap dukungan yang diterimanya dari partai-partai koalisi yang ia pimpin. Ia merasa bahwa seluruh partai koalisi memiliki kesamaan visi dan misi serta berada di sisinya.

"Di ujungnya saya juga percaya PDIP akan bersama kita membela negara dan bangsa. Itu insting saya itu kata hati saya karena kita adalah semua patriot semua adalah anak bangsa Indonesia," ujar Prabowo.

Lebih lanjut, Presiden Prabowo menyatakan bahwa tidak mungkin ada anak bangsa yang tidak setia kepada ibunya, merujuk pada Ibu Pertiwi. Ia mengajak seluruh elemen bangsa untuk berjuang bersama demi kemajuan bangsa dan kesejahteraan rakyat Indonesia.

Dalam kesempatan yang sama, Presiden Prabowo menyinggung bahwa PDIP pada dasarnya memiliki niat dan hati yang sama dengan pemerintah, yaitu berlandaskan pada Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia. Ia juga menekankan bahwa kritik merupakan bagian penting dari proses untuk mengingatkan pemerintah agar senantiasa berjalan di jalur yang benar.

Namun, Presiden Prabowo membedakan antara kritik yang membangun dengan ujaran kebencian dan fitnah. Ia menegaskan bahwa keduanya memiliki esensi yang berbeda dalam membangun bangsa.

Dikutip dari Bloomberg Technoz, Presiden Prabowo optimis bahwa perbedaan pandangan politik tidak akan menghalangi persatuan dalam menjaga keutuhan bangsa.