BISNIS.HOTNEWS.ID - Sebuah analisis mendalam mengenai kesiapan infrastruktur penyimpanan bahan bakar minyak (BBM) di Indonesia untuk transisi ke program biodiesel B50 telah dirilis oleh Kelompok Kajian Ketahanan Energi untuk Pembangunan Berkelanjutan (K3EPB) Universitas Indonesia. Kajian ini memberikan kepastian bahwa fasilitas penyimpanan diesel yang ada saat ini tidak memerlukan modifikasi struktural yang signifikan.

Hal ini menjawab potensi kekhawatiran pelaku industri energi mengenai kebutuhan investasi besar untuk mengganti atau memodifikasi tangki penyimpanan menyusul peningkatan kadar campuran biodiesel dari B40 menjadi B50. Fokus utama adalah pada kesiapan operasional fasilitas yang sudah berjalan.

Ketua K3EPB UI, Ali Ahmudi Achyak, menjelaskan bahwa riset yang telah dilakukan timnya menunjukkan kesiapan infrastruktur tersebut. Temuan ini mencakup seluruh rantai distribusi BBM, mulai dari terminal penyimpanan hingga titik pengisian akhir.

Menurut hasil riset tersebut, tangki penyimpanan solar yang selama ini digunakan untuk menampung biodiesel B40 dapat diadaptasi untuk B50. Adaptasi ini berlaku di berbagai titik, termasuk Terminal Bahan Bakar Minyak (TBBM) milik Pertamina dan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU).

Lebih lanjut, kesiapan ini juga mencakup armada mobil pengangkut BBM yang mendistribusikan bahan bakar ke konsumen akhir di seluruh wilayah operasional. Ini menunjukkan bahwa transisi ke B50 dapat dilakukan secara bertahap tanpa mengganggu alur distribusi yang sudah mapan.

Ali Ahmudi Achyak menegaskan bahwa PT Pertamina (Persero) dan para penyalur BBM lainnya, termasuk pihak swasta, tidak perlu melakukan penyesuaian besar pada tangki penyimpanan solar yang mereka miliki saat ini. Pernyataan ini memberikan kelegaan bagi perusahaan energi terkait efisiensi biaya transisi.

"Dari sisi itu tidak ada masalah, di hampir semua fasilitas milik Pertamina, maupun yang non-Pertamina, ada AKR [Corporindo], segala macam, fasilitas seperti itu tidak ada masalah," kata Ali ketika dihubungi pada hari Rabu, 1 Juli 2026.

Meskipun modifikasi struktural besar tidak diperlukan, Ali menekankan bahwa ada beberapa aspek yang tetap harus ditingkatkan oleh para penyalur BBM. Peningkatan ini lebih bersifat pemeliharaan dan peningkatan kualitas operasional.

Para penyalur BBM tersebut, lanjut Ali, hanya perlu fokus pada peningkatan kualitas tangki penyimpanan yang sudah ada. Selain itu, penting juga untuk memastikan kapasitas penyimpanan dapat mendukung volume kebutuhan seiring dengan peningkatan mandat biodiesel.