BISNIS.HOTNEWS.ID - Pasar sepeda motor nasional menunjukkan perlambatan pada penghujung kuartal kedua tahun 2026. Data terbaru dari Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) mengindikasikan adanya kontraksi pada volume penjualan di dalam negeri.
Secara spesifik, volume penjualan sepeda motor di pasar domestik pada bulan Mei 2026 terhitung mencapai 479.388 unit. Angka ini menandai penurunan yang cukup signifikan apabila dibandingkan dengan capaian bulan sebelumnya.
Penurunan tersebut tercatat sekitar 7,98% dibandingkan dengan data penjualan pada bulan April 2026. Pada bulan April, industri berhasil membukukan penjualan domestik sebanyak 520.972 unit, menunjukkan adanya koreksi pasar.
Sementara itu, segmen ekspor mulai menunjukkan geliat positif pada beberapa lini. Kinerja ekspor sepeda motor dalam kondisi utuh atau Completely Built Up (CBU) menunjukkan peningkatan tipis.
Ekspor CBU pada Mei 2026 berhasil mencapai angka 54.759 unit. Angka ini mengalami kenaikan sekitar 4,48% jika dibandingkan dengan volume ekspor CBU bulan April yang tercatat sebanyak 52.411 unit.
Namun, berbeda dengan CBU, ekspor dalam bentuk terurai atau Completely Knocked Down (CKD) justru mengalami pelemahan. Data AISI menunjukkan bahwa ekspor CKD pada Mei 2026 hanya mampu mencapai 697.614 unit.
Kemenkeu Terima Suntikan Dana Rp1 Triliun dari Kejaksaan Agung Hasil Optimalisasi Aset Negara
Angka ekspor CKD bulan Mei tersebut lebih rendah dibandingkan dengan catatan di bulan April 2026, di mana volume ekspornya sempat menyentuh 723.220 unit. Ini mengindikasikan adanya pergeseran dalam pola pengiriman unit ke pasar internasional.
Sisi paling menggembirakan datang dari sektor komponen sepeda motor yang mencatat performa luar biasa. Ekspor komponen menunjukkan kinerja terbaiknya sepanjang lima bulan pertama tahun 2026 berjalan.
Pada bulan Mei 2026, volume ekspor komponen melonjak drastis menjadi 16.577.672 unit. Angka ini jauh melampaui perolehan bulan sebelumnya, yaitu 14.381.642 unit pada April 2026.