BISNIS.HOTNEWS.ID - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) baru-baru ini memberikan penekanan penting kepada jajaran direksi Bursa Efek Indonesia (BEI) yang telah resmi terpilih untuk periode kepemimpinan 2026 hingga 2030. Penekanan ini disampaikan langsung oleh Ketua Dewan Komisioner OJK menyusul penetapan resmi direksi baru tersebut.
Agenda utama yang diemban oleh direksi baru ini adalah melanjutkan agenda reformasi yang telah berjalan di sektor pasar modal Indonesia. Hal ini sejalan dengan upaya OJK untuk terus meningkatkan kualitas ekosistem investasi di dalam negeri.
Pesan ini disampaikan oleh Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi, yang akrab disapa Kiki, usai pertemuan penting di kompleks parlemen. Pertemuan tersebut juga dihadiri oleh pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), termasuk Wakil Ketua DPR, Sufmi Dasco Ahmad.
Selain melanjutkan reformasi, Kiki juga mengharapkan adanya penguatan signifikan dalam aspek tata kelola perusahaan di BEI. Penguatan tata kelola ini menjadi krusial pasca agenda Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang mengesahkan kepengurusan baru.
Agenda reformasi yang berfokus pada integritas pasar modal harus terus digulirkan tanpa henti. Tujuan akhirnya adalah untuk membangun kepercayaan yang lebih kuat dari para investor domestik maupun internasional terhadap bursa efek Indonesia.
Penguatan kepercayaan ini diharapkan menjadikan pasar modal sebagai wadah investasi yang kredibel dan aman bagi semua pemangku kepentingan. Ini mencakup emiten, perusahaan efek, serta seluruh pelaku industri terkait.
"Dari empat paket yang mengajukan ke OJK, ada 28 orang yang sudah melakukan fit and proper test di OJK dan sudah terpilih tujuh orang yang terbaik untuk masing-masing bidang," kata Friderica dalam konferensi pers di kompleks parlemen pada Kamis (18/6/2026).
Pernyataan tersebut menegaskan proses seleksi yang ketat yang telah dilalui oleh calon direksi, di mana hanya tujuh orang terbaik yang lolos uji kepatutan dan kelayakan (fit and proper test) untuk memimpin BEI.
Dilansir dari Bloomberg Technoz, pertemuan antara OJK, direksi baru BEI, dan pimpinan DPR ini menandai dimulainya babak baru dalam pengembangan dan pengawasan pasar modal Indonesia ke depan.