BISNIS.HOTNEWS.ID - Pasar saham Amerika Serikat di Wall Street mengalami lonjakan signifikan, dipicu oleh data terbaru mengenai kondisi pasar tenaga kerja negara tersebut. Kenaikan ini terjadi seiring dengan munculnya spekulasi bahwa bank sentral AS, Federal Reserve (The Fed), tidak akan tergesa-gesa menaikkan suku bunga acuannya dalam waktu dekat.

Indeks Dow Jones Industrial Average berhasil mencatatkan kenaikan sebesar 1,1%, mencapai level tertinggi sepanjang masa pada penutupan perdagangan. Pergerakan pasar ini mencerminkan respons positif investor terhadap sinyal pelonggaran kebijakan moneter ke depan.

Sebagian besar saham dalam indeks S&P 500 juga menunjukkan kenaikan, meskipun indeks secara keseluruhan ditutup hampir stagnan akibat adanya pelemahan signifikan yang terjadi di sektor produsen chip. Sementara itu, imbal hasil obligasi pemerintah AS atau US Treasury jangka pendek mengalami penurunan.

Perlambatan perekrutan di Amerika Serikat pada bulan Juni menjadi faktor utama yang mendorong pergerakan pasar ini. Data menunjukkan bahwa momentum pertumbuhan lapangan kerja yang sempat menguat di awal tahun kini mulai melambat secara substansial.

Secara spesifik, jumlah pekerjaan di sektor non-pertanian hanya bertambah sebanyak 57.000 posisi. Angka ini muncul setelah adanya revisi penurunan pada data dua bulan sebelumnya, yang sedikit meredam antusiasme pasar terhadap laporan pekerjaan yang lebih besar.

Meskipun demikian, tingkat pengangguran di Amerika Serikat tercatat mengalami penurunan, mencapai angka 4,2%. Data ini memberikan gambaran yang kompleks mengenai kesehatan pasar tenaga kerja secara keseluruhan.

Para pelaku pasar swap kini memprediksi penyesuaian suku bunga sebesar 25 basis poin (bps) oleh The Fed akan terjadi sepenuhnya pada tahun ini, namun tidak akan dilaksanakan sebelum bulan Desember. Perkiraan waktu ini mengalami kemunduran dibandingkan proyeksi sebelumnya yang menargetkan Oktober.

Perlemahan dolar Amerika Serikat juga menjadi salah satu dampak dari ekspektasi suku bunga yang tertunda ini. Semua perkembangan ini menunjukkan adanya perubahan pandangan pasar mengenai waktu pengetatan moneter oleh The Fed.

"Tepat ketika investor mengira mereka telah memahami pasar tenaga kerja, laporan pekerjaan bulan Juni memberi mereka kejutan," ujar Bret Kenwell dari eToro.