BISNIS.HOTNEWS.ID - Kinerja penjualan kendaraan listrik (EV) global oleh Tesla Inc. pada kuartal kedua tahun ini menunjukkan hasil yang sangat positif, melampaui estimasi yang ditetapkan oleh analis di Wall Street. Kenaikan ini terjadi meskipun pasar mobil listrik secara umum mengalami perlambatan pertumbuhan dibandingkan periode sebelumnya.
Perusahaan yang kini dipimpin oleh Elon Musk tersebut berhasil mengirimkan total 480.126 unit kendaraan ke pelanggan di seluruh dunia selama periode tiga bulan yang berakhir pada Juni. Angka ini merupakan sebuah lonjakan signifikan sebesar 25% jika dibandingkan dengan jumlah pengiriman pada kuartal yang sama di tahun sebelumnya.
Secara spesifik, volume pengiriman yang mencapai 480.126 unit tersebut jauh melampaui rata-rata perkiraan yang dikumpulkan oleh Bloomberg, di mana proyeksi para analis tersebut berada di angka kurang dari 400.000 unit. Hal ini mengindikasikan bahwa kinerja operasional Tesla lebih kuat dari yang diprediksi mayoritas pengamat pasar.
Meski hasil kuartalan ini secara fundamental mengejutkan positif dan memberikan kabar baik bagi pertumbuhan perusahaan, reaksi pasar saham Tesla justru menunjukkan arah yang berlawanan. Saham Tesla dilaporkan mengalami penurunan tajam setelah sempat mencatatkan kenaikan selama empat hari berturut-turut sebelum pengumuman pendapatan tersebut.
Kenaikan signifikan sempat terjadi pada hari Senin sebelum pengumuman, dengan harga saham melonjak sekitar 8%, menciptakan ekspektasi pasar yang cukup tinggi terhadap angka pengiriman aktual yang akan dirilis.
Kekecewaan pasar setelah rilis data tersebut diungkapkan oleh salah satu pelaku pasar modal. "Begitu berita itu benar-benar sampai, tidak banyak lagi yang bisa membuat kita bersemangat," kata Haris Khurshid, kepala investasi di Karobaar Capital LP yang berbasis di Chicago.
Hal ini mengisyaratkan bahwa investor mungkin mengharapkan angka yang jauh lebih tinggi lagi, mengingat sentimen positif yang telah terbangun menjelang pengumuman tersebut. Kekuatan fundamental penjualan tidak serta merta diterjemahkan menjadi kenaikan harga saham lebih lanjut.
Peristiwa ini terjadi pada kuartal kedua tahun berjalan, dengan data pengiriman yang dikumpulkan oleh tim internal Tesla di seluruh lokasi operasional global mereka. Dilansir dari Bloomberg News, berita ini ditulis oleh Kara Carlson dan Jordan Fitzgerald.