BISNIS.HOTNEWS.ID - Pergerakan harga minyak mentah global kembali menunjukkan tren penurunan signifikan, meskipun ada upaya penyesuaian harga dari salah satu produsen minyak terbesar dunia. Koreksi harga ini terjadi seiring dengan adanya sinyal indikasi kelebihan pasokan yang mulai membayangi pasar energi internasional.

Apa yang terjadi adalah Arab Saudi, melalui perusahaan minyak negara mereka, memutuskan untuk memangkas harga jual minyak mentah utama yang ditujukan bagi pasar Asia. Keputusan ini diambil di tengah situasi pasar yang semakin menunjukkan tekanan jual.

Keputusan pemangkasan harga ini secara khusus menyasar minyak jenis Arab Light untuk penjualan bulan depan. Penurunan harga yang diterapkan mencapai US$11 per barel, yang menempatkan harga jual menjadi US$1,50 di bawah patokan harga regional yang berlaku.

Sementara itu, pergerakan komoditas energi di pasar internasional menunjukkan pelemahan berkelanjutan. Minyak jenis West Texas Intermediate (WTI) diperdagangkan di bawah level psikologis US$69 per barel.

Kondisi ini diperparah oleh penutupan sesi perdagangan sebelumnya di Amerika Serikat yang berakhir lebih rendah, terutama karena pasar AS baru saja menyambut hari libur pada hari Jumat. Di sisi lain, acuan harga global, Brent, ditutup stabil di kisaran harga US$72 per barel.

Faktor lain yang turut berkontribusi pada tekanan pasar adalah peningkatan aktivitas pelayaran yang terpantau melalui jalur vital Selat Hormuz. Peningkatan volume lalu lintas ini seringkali diinterpretasikan sebagai meningkatnya ketersediaan minyak di pasar.

Dilansir dari Bloomberg News, tindakan Saudi Aramco memangkas harga ini menandai langkah signifikan. "Dua kali terakhir Aramco menjual minyak jenis tersebut dengan diskon adalah selama perang harga pada tahun 2020 dan 2015," demikian disampaikan oleh Kanoko Matsuyama dari Bloomberg News.

Keputusan pemangkasan harga oleh Saudi Aramco ini jelas menunjukkan upaya produsen utama untuk mempertahankan pangsa pasar mereka di Asia di tengah kondisi kelebihan pasokan yang mulai terasa.

Disclaimer: Artikel ini ditulis ulang secara otomatis oleh AI berdasarkan sumber Referensi: Bloombergtechnoz. Kami menggunakan teknologi AI untuk menyajikan informasi ini kembali.