BISNIS.HOTNEWS.ID - Singapura secara resmi akan memulai fase persiapan untuk sebuah proyek perlindungan pantai berskala masif pada akhir tahun ini. Proyek ini dirancang untuk mereklamasi lahan seluas kurang lebih 800 hektare demi memperkuat pertahanan negara kota tersebut dari ancaman kenaikan permukaan laut.
Inisiatif besar ini, yang dikenal sebagai pengembangan Long Island, merupakan respons proaktif terhadap perubahan iklim yang semakin nyata dampaknya terhadap wilayah pesisir dataran rendah di seluruh dunia. Pemerintah Singapura telah mengalokasikan sumber daya signifikan untuk memastikan keberlanjutan wilayahnya.
Pekerjaan awal yang bersifat persiapan direncanakan mencakup pembangunan infrastruktur vital. Hal ini termasuk integrasi waduk baru, penciptaan pulau-pulau buatan, serta penambahan saluran pembuangan, stasiun pompa, dan pintu air pasang surut yang modern.
Otoritas Pembangunan Kembali Perkotaan Singapura menyatakan bahwa studi lingkungan yang komprehensif harus diselesaikan terlebih dahulu sebelum pekerjaan fisik di lapangan dapat dimulai. Pernyataan ini disampaikan oleh otoritas tersebut pada hari Selasa lalu.
Pengembangan Long Island dipandang sebagai langkah fundamental dalam upaya menjaga keamanan warga dan kelangsungan ekonomi negara. "Pengembangan Long Island adalah langkah perlindungan pantai yang penting untuk melindungi kehidupan dan mata pencaharian, karena kenaikan permukaan laut semakin memengaruhi daerah pesisir dataran rendah," kata Otoritas Pembangunan Kembali Perkotaan.
Strategi ketahanan iklim Singapura sendiri memiliki nilai investasi yang sangat besar, mencapai US$100 miliar. Dana ini dialokasikan untuk membangun benteng pertahanan terhadap berbagai dampak iklim, termasuk ancaman banjir yang destruktif dan potensi gelombang badai besar.
Kondisi geografis Singapura menuntut langkah mitigasi yang serius, mengingat kerentanan wilayahnya. Sekitar 30% dari total daratan negara tersebut berada pada ketinggian kurang dari lima meter di atas permukaan laut rata-rata saat ini.
Wilayah-wilayah krusial, seperti area Pantai Timur yang menaungi pemukiman, pusat bisnis, serta fasilitas vital seperti Bandara Changi, termasuk dalam zona risiko tinggi tersebut. Hal ini menekankan urgensi dari proyek perlindungan pantai yang sedang digagas.
Dilansir dari Bloomberg News, proyek ini merupakan bagian dari visi jangka panjang Singapura untuk mengamankan masa depannya di tengah tantangan lingkungan global yang semakin tidak terduga.