BISNIS.HOTNEWS.ID - PT Pertamina (Persero) kini tengah mempersiapkan salah satu aset armadanya, yakni kapal tanker Pertamina Pride, untuk melakukan pelayaran melintasi Selat Hormuz. Keputusan ini diambil setelah adanya perkembangan positif berupa kesepakatan damai sementara yang tercapai antara Amerika Serikat dan Iran.

Pergerakan kapal tanker ini menjadi sorotan mengingat Selat Hormuz merupakan jalur pelayaran vital yang sempat mengalami ketegangan geopolitik. Pertamina memantau situasi dengan seksama untuk memastikan keamanan operasional pelayaran internasional ini.

Saat ini, proses perizinan teknis yang dibutuhkan agar kapal Pertamina Pride dapat melintas di perairan sensitif tersebut sedang dalam tahap pengurusan. Hal ini menjadi langkah krusial sebelum kapal diizinkan melanjutkan perjalanannya.

VP Corporate Communication Pertamina, Muhammad Baron, mengonfirmasi bahwa kapal tersebut tengah mengangkut muatan minyak mentah. Kargo yang dibawa oleh Pertamina Pride diprioritaskan untuk dialirkan langsung ke fasilitas pengolahan energi di Kilang Cilacap.

Dilansir dari Bloomberg Technoz, Baron menjelaskan bahwa PT Pertamina International Shipping (PIS) selaku anak usaha telah ditugaskan untuk terus memantau setiap dinamika yang terjadi di jalur perairan tersebut. Pemantauan intensif dilakukan karena adanya potensi gesekan yang sempat kembali pecah di area Selat Hormuz.

Baron menyampaikan harapan besar agar situasi keamanan di kawasan tersebut segera mereda secara signifikan. Hal ini penting untuk memuluskan langkah kapal Pertamina Pride dalam menyelesaikan misinya.

"Kita berharap dengan kondisi Selat Hormuz yang masih juga bergejolak, kita juga berharap satu kapal kami lagi yaitu Pride, sedang memproses tetapi tetap akan melihat faktor keselamatan, awak, kargo, dan juga kapalnya sendiri. Jadi kami mohon doanya situasi bisa mereda dan kapal tersebut bisa melintas," kata Baron kepada awak media, di Graha Pertamina, Kamis (2/7/2026).

Lebih lanjut, Baron juga menegaskan bahwa meskipun izin sedang diurus, prioritas utama Pertamina adalah menjamin keselamatan seluruh awak kapal, integritas kargo minyak mentah, serta kondisi kapal itu sendiri. Keputusan akhir pelintasan akan sangat bergantung pada asesmen risiko terkini.

Baron juga mengonfirmasi secara spesifik bahwa muatan yang dibawa oleh kapal tanker Pertamina Pride adalah minyak mentah yang krusial bagi kebutuhan operasional Kilang Cilacap. Ini menunjukkan adanya upaya menjaga kesinambungan pasokan energi nasional.