BISNIS.HOTNEWS.ID - Kabar duka menyelimuti dunia olahraga Palestina setelah penjaga gawang tim nasional, Saleem Al-Ashqar, dilaporkan meninggal dunia akibat insiden penembakan. Peristiwa tragis ini terjadi di tengah eskalasi konflik yang masih berlangsung di Jalur Gaza.
Kematian Al-Ashqar pertama kali diinformasikan oleh media internasional, Al Jazeera. Informasi tersebut kemudian mendapatkan konfirmasi resmi dari Federasi Sepak Bola Palestina (Palestinian Football Association/PFA).
PFA menegaskan bahwa Al-Ashqar merupakan salah satu atlet yang menjadi korban dari rangkaian peristiwa kekerasan yang terjadi di wilayah tersebut. Kepergiannya menambah daftar panjang korban sipil dalam situasi konflik terkini.
Menurut informasi yang dihimpun dari Al Jazeera, Al-Ashqar menghembuskan napas terakhir saat pasukan Israel tengah melaksanakan operasi militer di Jalur Gaza. Kiper berusia 32 tahun tersebut meninggal dunia dalam kejadian tersebut.
Kabar duka ini semakin menyayat hati mengingat kondisi pribadi Al-Ashqar yang baru saja memulai babak baru dalam hidupnya. Diketahui bahwa sang penjaga gawang tersebut baru saja melangsungkan pernikahan sekitar lima bulan sebelum wafat.
Tragedi ini meninggalkan duka mendalam bagi keluarga yang ditinggalkan. Al-Ashqar kini meninggalkan seorang istri yang dikabarkan tengah mengandung anak pertama mereka.
Kabar meninggalnya Al-Ashqar juga menuai respons simpati dari komunitas sepak bola internasional. Salah satu klub asal Chile, Deportivo Palestino, menyampaikan belasungkawa atas kehilangan tersebut.
Klub Deportivo Palestino, yang dikenal memiliki kedekatan historis dengan komunitas Palestina, menyatakan kesedihan mendalam atas insiden ini. "Kami sangat berduka atas kematian tragis penjaga gawang Palestina berusia 32 tahun, Saleem Al-Ashqar," tulis klub tersebut.
Klub asal Chile itu juga secara eksplisit menyebutkan penyebab kematian sang atlet. "Dia dibunuh oleh tentara Israel," bunyi pernyataan resmi klub tersebut.