BISNIS.HOTNEWS.ID - Sebuah kegembiraan yang seharusnya menjadi momen perayaan terbesar bagi para penggemar sepak bola Meksiko justru berakhir dengan air mata dan kesedihan mendalam. Perayaan kemenangan Tim Nasional Meksiko atas Ekuador dalam laga Piala Dunia pada Selasa malam, 30 Juni, berubah menjadi tragedi menyusul insiden desak-desakan massal.
Peristiwa nahas ini menyebabkan empat orang dinyatakan meninggal dunia di tengah kerumunan suporter yang memadati area perayaan. Insiden tersebut segera menyelimuti atmosfer turnamen yang tadinya penuh suka cita dengan nuansa duka yang tak terduga.
Menurut informasi yang disampaikan oleh Kementerian Kesehatan kota setempat melalui platform media sosial X, korban jiwa terdiri dari berbagai usia. Tiga dari empat korban ditemukan dalam keadaan tidak sadarkan diri di lokasi yang berbeda-beda di lingkungan Juárez.
Dua di antara korban yang meninggal adalah perempuan, masing-masing berusia 19 dan 48 tahun, serta seorang pria berusia 44 tahun. Lokasi penemuan korban adalah area yang sangat dekat dengan monumen ikonik Kota Meksiko, yaitu Angel of Independence (Malaikat Kemerdekaan).
Kawasan di sekitar Angel of Independence dikenal sebagai titik kumpul utama warga setiap kali terjadi perayaan besar, terutama setelah kemenangan penting dalam ajang sepak bola internasional. Kerumunan yang besar dan euforia yang meluap diduga menjadi faktor utama terjadinya desak-desakan fatal tersebut.
Keesokan harinya, Presiden Claudia Sheinbaum menyampaikan rasa duka cita yang mendalam atas kehilangan nyawa para suporter tersebut. Ia menegaskan bahwa pemerintah kota telah mengambil langkah cepat untuk memberikan dukungan kepada keluarga yang ditinggalkan.
"Kami menyampaikan rasa solidaritas dan dukungan kami kepada tiga individu yang dengan sangat disayangkan harus kehilangan nyawa mereka kemarin," ujar Presiden Claudia Sheinbaum pada hari Rabu, 1 Juli, saat menyampaikan keterangan pers hariannya.
Namun, perkembangan situasi menunjukkan bahwa jumlah korban jiwa bertambah satu orang lagi. Korban tewas keempat baru terkonfirmasi setelah Presiden Sheinbaum selesai menyampaikan pernyataan resmi mengenai tiga korban sebelumnya.
Dilansir dari Bloomberg News, tragedi ini menjadi sorotan utama setelah euforia kemenangan yang seharusnya menjadi puncak kebahagiaan para penggemar harus dibayar dengan harga yang sangat mahal.