BISNIS.HOTNEWS.ID - Kinerja ekspor Korea Selatan kembali menunjukkan tren positif yang kuat sepanjang bulan Juni tahun ini. Tren pertumbuhan yang berkelanjutan ini menggarisbawahi ketahanan sektor semikonduktor sebagai motor utama penggerak ekonomi negara tersebut.

Menurut data yang dirilis oleh kantor bea cukai pada hari Rabu, angka ekspor yang telah disesuaikan dengan perbedaan hari kerja tercatat melonjak sebesar 59,5% jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya. Peningkatan ini menandakan adanya pemulihan permintaan global yang substansial.

Selama periode yang sama, impor Korea Selatan juga mengalami peningkatan signifikan, yakni mencapai 30,1%. Hasilnya, negara tersebut berhasil mencatatkan surplus perdagangan yang substansial sebesar $36,1 miliar pada bulan Juni.

Data pengiriman barang menunjukkan peningkatan yang impresif, yakni naik 70,9% dibandingkan bulan sebelumnya. Angka ini merupakan perbaikan signifikan dari kenaikan revisi sebesar 53,4% yang tercatat untuk keseluruhan bulan Mei.

Sektor semikonduktor secara spesifik kembali menjadi pemimpin utama dalam lonjakan ekspor tersebut. Hal ini sangat didukung oleh investasi masif yang terkait dengan pengembangan kecerdasan buatan (AI) dan pembangunan pusat data global.

Pengiriman chip tercatat mengalami lonjakan luar biasa mencapai 199,5% secara tahunan, dengan nilai total mencapai US$44,8 miliar. Angka ini menunjukkan betapa krusialnya peran komponen tersebut dalam rantai pasok teknologi global saat ini.

Selain chip, sektor lain juga memberikan kontribusi positif terhadap kinerja ekspor secara keseluruhan. Ekspor produk terkait komputer dan produk minyak bumi masing-masing menunjukkan peningkatan sebesar 308,8% dan 49,8%.

Dilansir dari Bloomberg, Jeong-Woo Park, seorang ekonom dari Nomura Holdings Inc., memberikan pandangan optimis mengenai prospek ke depan.

"Kita kemungkinan akan melihat laju pertumbuhan ekspor yang serupa pada paruh kedua, dengan kuartal ketiga terlihat bahkan lebih kuat seiring chip Vera Rubin dari Nvidia memasuki produksi massal dan proses peningkatan produksi mulai berjalan," ujar Jeong-Woo Park.