BISNIS.HOTNEWS.ID - China kini menghadapi fase krusial dalam agenda transisi energinya. Setelah sukses besar dalam pengembangan kapasitas energi bersih, fokus utama negara tersebut kini bergeser secara signifikan ke sektor-sektor industri yang masih menghasilkan emisi karbon tinggi.
Pergeseran prioritas ini sangat penting karena target iklim nasional China tidak mungkin tercapai tanpa adanya pengurangan emisi substansial dari industri yang paling intensif energi dan kotor. Hal ini menandai evolusi dalam strategi mitigasi perubahan iklim negara ekonomi terbesar kedua di dunia tersebut.
Menurut analisis terbaru yang dirilis pada hari Rabu, capaian rekor dalam energi terbarukan telah terlampaui. Oleh karena itu, tantangan berikutnya adalah bagaimana mengalirkan energi bersih tersebut untuk mentransformasi sektor-sektor yang sulit dialiri listrik secara langsung.
Institusi yang mengeluarkan temuan ini adalah lembaga think tank iklim terkemuka, yaitu Agora Energy China dan Agora Energiewende. Mereka menyoroti bahwa industrialisasi hijau adalah kunci utama untuk langkah selanjutnya.
Kevin Tu, direktur pelaksana Agora Energy China, menegaskan bahwa fase awal telah berhasil dilewati dengan gemilang. "China sebagian besar telah mengatasi tantangan dalam meningkatkan penggunaan energi terbarukan," ujar Kevin Tu.
Dilansir dari Bloomberg, Kevin Tu kemudian menjelaskan bahwa tantangan saat ini membutuhkan pendekatan yang berbeda dan lebih terfokus pada sektor riil. "Prioritas sekarang adalah memastikan bahwa energi bersih dapat mentransformasi industri, memperkuat keamanan energi, dan mewujudkan pengurangan emisi yang berkelanjutan," kata Kevin Tu.
Fase implementasi skala besar dari strategi baru ini akan segera diuji. Pemerintah China dijadwalkan akan merilis Rencana Pembangunan Energi lima tahunan ke-15 mereka pada akhir tahun ini.
Kevin Tu menekankan pentingnya dokumen kebijakan tersebut bagi masa depan dekarbonisasi negara. "Rencana lima tahun ke-15 pemerintah untuk pengembangan energi yang akan dirilis akhir tahun ini 'akan menjadi ujian nyata pertama bagi transisi ini dalam skala besar,'" kata Kevin Tu.
Transisi ini tidak hanya tentang lingkungan, tetapi juga tentang penguatan ketahanan energi nasional di tengah dinamika geopolitik global yang semakin kompleks.