BISNIS.HOTNEWS.ID - Kepala Badan Pengelola Investasi Danantara (BPIW), Rosan Roeslani, membuka kemungkinan besar mengenai nasib bangunan eks Hotel Sultan yang berada di kawasan Gelora Bung Karno (GBK). Pembahasan ini muncul setelah pemerintah mengambil alih pengelolaan lahan tersebut.

Lahan yang dimaksud terletak di area dengan status Hak Guna Bangunan (HGB) 26 dan HGB 27, tepatnya di Jalan Jenderal Gatot Subroto, Jakarta Pusat. Saat ini, pengelolaan penuh atas lahan dan bangunan tersebut telah beralih ke Danantara menyusul proses eksekusi dan pengambilalihan oleh pemerintah.

Rosan Roeslani mengisyaratkan bahwa kawasan yang sebelumnya dikelola oleh PT Indobuildco tersebut akan mengalami transformasi signifikan. Rencananya, pengelolaan kawasan ini akan dilanjutkan oleh PT Aviasi Pariwisata Indonesia atau Injourney hingga entitas The Meru.

Menanggapi pertanyaan wartawan mengenai masa depan gedung tersebut, Rosan memberikan indikasi kuat mengenai rencana pembongkaran. "Ya pada saat ini mungkin saya belum bisa mengatakan tetapi rencana itu akan dijadikan suatu kawasan baru ya. Pada akhirnya, iya [dirobohkan]," ujar Rosan kepada awak media, Senin (22/06/2026).

Pernyataan tersebut menguatkan spekulasi bahwa bangunan fisik eks Hotel Sultan tidak akan dipertahankan dalam rancangan tata ruang baru di area GBK tersebut. Ini menandai babak baru bagi salah satu properti ikonik di kawasan strategis Jakarta Pusat tersebut.

Rosan juga menjelaskan mengenai struktur pengelolaan pasca-pengambilalihan dan potensi integrasi dengan BUMN pariwisata lainnya. "Kita punya Injourney, kita punya yang namanya Meru, nanti kalau ini semua sudah selesai semua di Kementerian Sekretariat Negara, ya tentunya pengelolaannya kita akan pakai bisa Injourney, Meru," katanya.

Lebih lanjut, Danantara memiliki visi besar untuk mendesain ulang seluruh kawasan seluas kurang lebih 200 hektare tersebut. Desain ulang ini akan mencakup area yang lebih luas, mulai dari lapangan golf hingga seluruh kompleks Gelora Bung Karno.

Meski ada wacana pembongkaran, Rosan menyatakan bahwa fungsi kawasan tersebut masih terbuka untuk pengembangan lebih lanjut. Ia membuka peluang bahwa alih fungsi kawasan tersebut tetap bisa mencakup pembangunan hotel baru dan fasilitas penunjang kegiatan olahraga.

Dikutip dari Bloomberg Technoz, perkembangan ini menunjukkan komitmen pemerintah untuk mengoptimalkan aset negara di lokasi premium melalui Badan Pengelola Investasi.