BISNIS.HOTNEWS.ID - Perkembangan terkini mengenai keamanan maritim di Selat Hormuz menunjukkan tingkat ketidakpastian yang sangat tinggi, memengaruhi jalur pelayaran komersial global. Upaya yang dilakukan oleh Amerika Serikat untuk membuka kembali jalur pelayaran di selat strategis tersebut diharapkan akan meningkatkan volume lalu lintas kapal secara bertahap.
Namun, peningkatan aktivitas ini tetap dibayangi oleh situasi keamanan yang dilaporkan masih sangat bergejolak dan fluktuatif. Hal ini disampaikan oleh Chief Executive Officer (CEO) Chubb Ltd., Evan Greenberg, yang perusahaannya memiliki peran penting dalam penyediaan asuransi bagi sektor pelayaran komersial.
Dilansir dari Bloomberg, Evan Greenberg menyampaikan pandangannya saat berpartisipasi dalam program Sunday Morning Futures yang disiarkan oleh Fox News. Ia menekankan bahwa kondisi keamanan di kawasan tersebut sangat rentan terhadap perubahan mendadak.
"Situasinya berubah dari hari ke hari, bahkan dari jam ke jam," ujar Greenberg, menggarisbawahi volatilitas situasi keamanan yang dihadapi para pelaut dan perusahaan asuransi.
Saat ini, negosiasi antara Amerika Serikat dan Iran tengah berlangsung di Swiss guna mencapai kesepakatan gencatan senjata permanen. Tujuan utama dari pembicaraan ini adalah menjamin kebebasan navigasi dan pelayaran melalui jalur perairan vital tersebut.
Greenberg mengidentifikasi ancaman spesifik yang paling mengkhawatirkan bagi pelayaran di wilayah tersebut. "Ranjau merupakan ketidakpastian terbesar di selat tersebut," kata Greenberg, merujuk pada bahaya yang tersembunyi di bawah permukaan air.
Ia menggambarkan atmosfer di Selat Hormuz saat ini sebagai lingkungan yang sangat berisiko bagi navigasi komersial. "Kita berbicara tentang lingkungan yang lebih menyerupai zona perang," ujarnya.
Saat ini, pembatasan operasional sangat terasa karena hanya satu jalur sempit yang benar-benar dapat digunakan untuk lalu lintas kapal. Hal ini secara otomatis membatasi jumlah kapal yang diperbolehkan keluar masuk melalui selat tersebut.
Greenberg menjelaskan mekanisme peningkatan aktivitas pengiriman yang sedang diupayakan oleh pihak berwenang. "Angkatan Laut telah berupaya membuka lebih banyak jalur pelayaran, dan ketika itu berhasil dilakukan, aktivitas pengiriman akan meningkat," kata Greenberg.