BISNIS.HOTNEWS.ID - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami koreksi tajam pada perdagangan sesi pertama hari Rabu, 24 Juni 2026. IHSG tercatat berbalik arah dan ditutup melemah signifikan sebesar 1,69% pada level penutupan 5.998.

Kondisi pasar saham domestik ini terjadi bersamaan dengan depresiasi mata uang Rupiah. Rupiah dilaporkan melemah 0,61% dan bahkan sempat menyentuh posisi terlemah di kawasan Asia pada level Rp17.954 per Dolar Amerika Serikat (US$).

Pergerakan pelemahan IHSG ini juga dipicu oleh sentimen pasar yang negatif menyangkut isu pembaruan indeks global, seperti yang diangkat oleh Bloomberg Technoz dari Jakarta. Tekanan jual terlihat merata, terutama pada saham-saham dengan kapitalisasi pasar besar atau yang dikenal sebagai big caps.

Sektor-sektor yang menanggung beban pelemahan terdalam sepanjang perdagangan pagi itu adalah sektor barang baku, energi, dan infrastruktur. Ketiga sektor ini mencatatkan penurunan masing-masing sebesar 3,05%, 2,62%, dan 2,31%.

Pada awal sesi perdagangan, IHSG sempat menunjukkan tren positif dengan mencapai level tertinggi di 6.171. Namun, tren tersebut tidak bertahan lama, menyebabkan indeks terus tergerus hingga mencapai titik terendah sementara di level 5.996 sebelum menutup sesi di 5.998.

Data perdagangan menunjukkan bahwa total nilai transaksi yang tercatat pada sesi tersebut mencapai Rp5,71 triliun. Transaksi ini melibatkan pertukaran sebanyak 10,59 miliar saham melalui frekuensi perdagangan sebanyak 888 ribu kali.

Secara teknikal, distribusi saham menunjukkan dominasi pelemahan, di mana tercatat sebanyak 406 saham mengalami penurunan harga. Sementara itu, sebanyak 226 saham berhasil mencatatkan penguatan, dan sisanya, 169 saham, stagnan.

Beberapa saham berbobot besar menjadi kontributor utama dalam mendorong IHSG kembali ke zona merah pada perdagangan hari itu. Saham-saham blue chip ini menjadi fokus utama investor yang melakukan aksi jual di tengah ketidakpastian pasar.

Dilansir dari Bloomberg Technoz, penurunan signifikan ini sejalan dengan pergerakan rupiah yang melemah 0,61% hingga menjadi yang terlemah di Asia pada level Rp17.954/US$.