BISNIS.HOTNEWS.ID - Pembukaan Grup G Piala Dunia 2026 akan mempertemukan dua tim nasional dengan rekor impresif, yakni Timnas Belgia dan Timnas Mesir. Kedua kesebelasan ini berhasil melaju ke putaran final tanpa menelan kekalahan di babak kualifikasi zona masing-masing.

Pertandingan ini menjadi sorotan karena kemungkinan besar akan menjadi panggung internasional terakhir bagi dua ikon sepak bola mereka, Kevin De Bruyne dan Mohamed Salah. Kedua bintang tersebut diperkirakan akan memasuki usia 33 hingga 34 tahun saat turnamen akbar tersebut diselenggarakan.

Timnas Belgia, yang dijuluki The Red Devils, bertekad untuk melanjutkan tren positif mereka di bawah arahan Pelatih Rudi Gracia. Mereka memiliki tradisi baik karena selalu berhasil meraih kemenangan dalam laga pembuka di berbagai edisi Piala Dunia.

Sebagai contoh, pada perhelatan Piala Dunia 2022 di Qatar, Belgia berhasil mengamankan tiga poin penuh usai menaklukkan Timnas Kanada pada pertandingan perdana mereka. Tren ini tentu ingin mereka pertahankan saat menghadapi Mesir.

Sementara itu, Timnas Mesir, yang dikenal sebagai The Pharaohs, kembali mendapatkan tempat di ajang empat tahunan ini setelah absen cukup lama. Keikutsertaan terakhir mereka di panggung dunia adalah pada Piala Dunia 2018 yang diselenggarakan di Rusia.

Meskipun demikian, The Pharaohs memiliki modal psikologis yang cukup baik berdasarkan pertemuan terakhir mereka dengan Belgia. Mesir sempat menorehkan kemenangan tipis 2-1 atas The Red Devils dalam laga persahabatan menjelang Piala Dunia 2022.

Gelaran Piala Dunia 2026 ini akan diadakan di tiga negara tuan rumah, yaitu Kanada, Amerika Serikat, dan Meksiko. Momen ini sangat dinantikan karena menjadi penentu langkah awal kedua tim di fase grup.

Kevin De Bruyne sendiri menyampaikan pandangannya mengenai pentingnya laga pembuka ini dan pertemuan kembali dengan rival abadinya. "Pertandingan pertama selalu sulit, dan laga melawan Mesir pasti akan menjadi ujian berat. Akan sangat menyenangkan bertemu [Mohamed] Salah lagi; saya mengenalnya dengan baik," ujar Kevin De Bruyne, gelandang Belgia.

De Bruyne menambahkan bahwa hubungan pribadinya dengan Salah terjalin erat di luar lapangan hijau. "Saya bermain melawan dia selama sepuluh tahun, anak-anak kami bersekolah di tempat yang sama, dan kami tetap menjaga komunikasi sesekali," kata Kevin De Bruyne, gelandang Belgia.