BISNIS.HOTNEWS.ID - Pengusaha yang mengelola kawasan industri di Indonesia menunjukkan antusiasme tinggi untuk menyambut masuknya investor dari Rusia. Upaya ini dilakukan sebagai bagian dari strategi untuk menarik investasi asing langsung (FDI) ke sektor manufaktur dalam negeri.

Hal ini secara resmi diungkapkan oleh Himpunan Kawasan Industri Indonesia (HKI) saat mereka berpartisipasi aktif dalam gelaran akbar INNOPROM 2026. INNOPROM dikenal sebagai pameran industri internasional terbesar yang diadakan di wilayah Rusia serta kawasan Eurasia secara umum.

Indonesia mendapatkan kehormatan khusus dalam perhelatan tersebut, karena dipercaya menjadi Official Partner Country pada INNOPROM 2026. Posisi ini membuka peluang signifikan bagi promosi investasi dan penguatan kerja sama industri bilateral.

Kepercayaan ini diharapkan dapat semakin memperluas kemitraan ekonomi antara Indonesia dan Federasi Rusia di berbagai sektor strategis. Ini menjadi momentum krusial untuk memamerkan potensi investasi yang ditawarkan Indonesia kepada pasar Eurasia.

Ketua Umum Himpunan Kawasan Industri (HKI), Akhmad Maruf Maulana, memanfaatkan forum tersebut untuk mempromosikan keunggulan komparatif Indonesia secara langsung. Ia berinteraksi intensif dengan berbagai pelaku industri besar yang hadir dari Rusia.

Maruf Maulana menyampaikan bahwa Indonesia menawarkan pondasi ekonomi yang kokoh dan stabil sebagai daya tarik utama bagi investor asing. Selain itu, potensi pasar domestik yang sangat besar menjadi nilai jual yang tidak bisa diabaikan.

"Indonesia memiliki stabilitas ekonomi yang kuat, pasar domestik yang besar, posisi strategis sebagai pintu masuk kawasan ASEAN, serta didukung jaringan kawasan industri yang terus berkembang dengan infrastruktur dan utilitas yang semakin kompetitif," ujar Akhmad Maruf Maulana.

Keunggulan geografis Indonesia sebagai gerbang masuk ke wilayah ASEAN turut ditekankan dalam presentasi tersebut. Hal ini penting bagi investor yang ingin menjadikan Indonesia sebagai basis produksi untuk melayani pasar regional yang luas.

Lebih lanjut, jaringan kawasan industri di Indonesia terus mengalami perkembangan pesat, didukung oleh peningkatan kualitas infrastruktur dan utilitas pendukung. Hal ini menjamin operasional industri berjalan lebih efisien dan kompetitif.